Monday, June 8, 2015

SHERA - Papan Semen Praktis dan Fungsional

Salah satu yang mudah diingat konsumen adalah papan semen sebagai alternative pengganti triplek dan papan gypsum karena keunggulanya seperti tahan terhadap air dan kelembaban. Inilah yang menjadi alasan kuat konsumen memilih material papan semen, selain karena kebutuhan akan desain rumah yang unik dan menarik. 


Papan fiber semen hadir untuk mengatasi kelemahan papan gypsum yang kurang tahan terhadap air, jamur, benturan keras, juga rayap dan api (terutama kertasnya), atau papan triplek yang tidak ramah lingkungan karena berhubungan langsung dengan kelestarian hutan. Fenomena inilah yang akhirnya melahirkan bahan material papan semen (SHERA board). Material yang bersahabat dengan alam, praktis dan efektif dalam pemasangan, serta tidak menggangu pada kesehatan manusia menjadi salah satu pilihan pengganti triplek dan papan gypsum.

Keunggulannya seperti tahan terhadap air dan kelembaban menjadikan papan semen yang terbuat dari bahan semen yang ditulangi oleh serat fiberglass sehingga kuat dan tidak mudah pecah, menjadi alternative material yang sangat layak dijadikan pilhan Anda yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Untuk lebih jelasnya, berikut kami paparkan definisi dan keunggulan papan semen pemasangan, serta tip penempatan.

Papan Semen Alternatif Pengganti Triplek dan Gypsum
Bahan triplek dan gypsum lebih dulu dikenal masyarakat sebagai material untuk membangun rumah. Namun, seiring perkembangan zaman, triplek tidak bisa lagi dengan sembarangan diproduksi, mengingat bahan baku yang terbatas sehingga sulit didapat. Kini, material yang bersahabat dengan alam, praktis dan efektif cenderung jadi pilihan. Salah satunya, papan semen.

Definisi dan Keunggulan papan semen
Papan semen (SHERA board) terbuat dari bahan dasar semen yang ditulangi oleh serat fiberglass sehingga kuat dan tidak mudah pecah. Papan semen memiliki keunggulan, diantarannya kuat dan tahan benturan, tahan terhadap air dan kelembaban,  tahan terhadap api, tahan terhadap jamur dan rayap, serta kedap suara. Papan semen tersedia dalam dimensi 1220x2440 milimeter dengan ketebalan bervariasi dari 4 mm hingga 15 milimeter sesuai penggunaannya.

Praktis, indah dan kuat, karakter papan semen yang tentu akan membuatnya semakin banyak digunakan untuk kontruksi bangunan. Disebut praktis karena dapat digunakan untuk banyak bagian rumah, seperti plafon, partisi, dinding luar, lantai, juga sebagai penutup bagian-bagian yang tak ingin terlihat seperti kabel dan pipa air.

Berikut Perbandingan Papan Semen dengan produk lain
Papan semen (SHERA board)
Triplek
Gypsum
Keterangan
V
o
X
Kuat & Tahan lama
V
X
X
Tahan air & Kelembaban
V
X
X
Tahan Api
V
X
X
Tahan Jamur
V
X
X
Tahan Rayap
V
X
O
Kedap Suara
v
X
x
Praktis & Ekonomis

Keterangan:
V = Ketahanan bagus
O = Biasa saja
X = Ketahanan tidak bagus 

Pemasangan Papan Semen dan perbandingannya dengan produk lain
Aplikasi/Pemasangan
Papan Semen (SHERA board)
Triplek/papan kayu
Gypsum
Interior:
Plafon (nterior/dalam ruangan)
(Overstek/luar ruangan)

V (t.4mm,5mm)
V (t.4mm,5mm)

O
X

V
X
Partisi
V (t.6mm,8mm&10mm)
O
V
Backing Spandrell (pengelap kaca)
V (t.6mm,8mm&10mm)
X
X
Cover Column (penutup kolom)
V (t.8mm,&10mm)
X
X
Lantai
V (t.15mm)
O
X
Alas Atap
V (t.6mm&8mm)
O
X
Cubical Toilet (penyeka toilet)
V (t.15mm)
X
X
Eksterior:
Cladding (Dinding Luar)

V (t.9mm&12mm)

X

X
Lisplank
V (t.8mm&9mm)
O(papan kayu)
X
Pagar Proyek
V (6mm&9mm)
O
X

Keterangan:
V = Bisa (Hasil agus)
O = Bisa (Hasil biasa saja)
X =Tidak Bisa (Hasil Tidak Bagus)

Papan semen dapat diaplikasikan padabagian dalam (interior) sebagai palfon dan partisi dan luar (eksterior) bangunan sebagai dinding luar/cladding dan lisplank. Selain praktis dan fungsional, papan semen indah dipandang, dan dapat di-finish dengan aneka ragam dekoratif untuk memberikan nilai estetika yang bagus sebagai bahan interior. Untuk mengubah atau menutup sesuatu yang tidak sedap dipandang mata, papan semen dapat dirancang dan dipasang sehingga menjadi penutup yang membuat ruangan terlihat indah. Pada intiya, papan semen adalah bahan bangunan yang kuat, tahan lama dan tidak memerlukan biaya perawatan yang mahal. Alternative material yang sangat layak dijadikan pilihan bagi Anda yang sedang membangun atau merenovasi rumah. 

Tips Merawat dan Penempatan
1. Dalam hal perawatan papan semen tidak berbeda jauh dengan perlakuan kita terhadap beton.  Pada dasarnya bahan finishing apapun yang bisa dipaki beton, cocok untuk dipakai SHERA Board.
2. Apabila kita menggunakan cat sebagai finishing akhirnya, hendaknya cat tersebut memiliki kualitas yang baik. Ini akan mengahasilkan pola yang lebih menarik dan dayat ahan cat yang lebih lama.
3. Bila ingin memasang produk pada eksterior, hendaknya menggunakan sambungan flexible pada pertemuan antar panel.
4. Pada beberapa ruang, seperti ruang tamu atau keluarga, kita dapat menampilkan SHERA board dengan pola design yang menarik dan unik (plafond dan partisi). Bisa juga menempatkan SHERA board pada mushola di dalam rumah, sebagai pembatas antara ruang, sehingga timbul kesan tidak kaku.
5. Papan semen juga dapat digunakan sebagai penyekat toilet, sangat cocok untuk area yang mempunyai tingkat kelembaban tinggi.
6. Karena terbuat dari bahan semen yang ditulangi oleh serat fiber glass sehingga kuat dan tidak mudah pecah, papn semen dapat untuk membuat fasad bangunan terlihat dinamis, serta penutup kolom yang praktis, bahkan dapat digunakan untuk lantai pada bangunan lantai dua.

Pilih Plafon Gypsum atau SHERA Board


Plafon Gypsum
Berdasarkan pengalaman menangani pemasangan plafon gypsum atau SHERA Board, vila atau perhotelan biasanya lebih memilih gypsum, karena tampilannya lebih rapi, permukaannya lebih halus, dan gampang dibentuk jika menginginkan menampilkan ornamen.
Pemakaian plafon gypsum juga dapat meminimalkan/menyerap suhu panas sehingga ruangan akan terasa lebih sejuk.

Untuk plafon di bagian-bagian basah seperti kamar mandi, pilih jenis gypsum wet area. Gypsum wet area ini ada lapisanlilinnya, sehingga air tak langsung meresap ke gypsum. Ini yang menyebabkan gypsum lebih tahan lembab dan lebihtahan air. Biasanya difungsikan pada ruang laundry atau kamar mandi.

Plafon SHERA Board
Bangunan rumah tinggal umumnya memilih plafon SHERA Board, karena pertimbangan kemungkinan terjadi kebocoran digentengnya.Jika plafon langsung di bawah dak beton, sebaiknya memakai gypsum karena tak berhubungan langsung dengan air. Namun, di lantai paling atas yang berhubungan langsung dengan genteng menggunakan plapon SHERA Board, hotel-hotel tetap memakai gypsum karena kualitas genteng yang dipakai lebih bagus. Sedangkan, rumah-rumah pribadi memakai genteng yang kualitasnya agak rendah, sehingga kemungkinan bocornya lebih tinggi.
Selain itu, plafon SHERA Board juga lebih gampang pemeliharaannya. Jika plafon kena air, noda bekas air itu cukup
diamplas dan langsung dicat kembali. Sementara plafon gypsum, jika kena air harus dipotong di bagian itu dan ditambal ulang dengan gypsum baru, baru bisa dicat kembali.
Bahan dasar SHERA Board ada unsur semen, serat selulosa, semen, dan pasir silica. Karena itu, SHERA Board lebih tahan air,tidak lapuk, tidak dimakan rayap, dan tidak terbakar oleh api.
Kelemahannya, jika plafon mau dibuka, tidak bisa rapi, pasti ada retak rambutnya. Penyebab retak rambut ini, karena SHERA Board memiliki kembang susut tinggi. Saat musim hujan mengembang, dan musim kemarau menyusut. Saat menyusut inilah kelihatan retak rambutnya. Misalkan pada sambungan, pemakaian plafon SHERA Board akan kelihatan pecah. SHERA Board memiliki ketebalan 3,5 mm, 4 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, dan 20 mm. Khusus ketebalan 2mm umumnya difungsikan untuk lantai, biasa disebut SHERA Floor.
Ada juga bahan plafon lain, seperti tripleks. Namun sekarang ini, pemakaian tripleks sudah mulai ditinggalkan. Selain karena produk tripleks sekarang kualitasnya sudah tidak sebagus dulu, juga jika kena air cepat rusak. 

Tahapan pemasangan plafon gypsum / SHERA Board:
1. Pemasangan rangka.
2. Pemasangan gypsum/kalsiboard.
3. Dikompon dengan cornice yang berfungsi menghilangkan/menyamarkan sambungan.
4. Diplamir yang berfungsi menghaluskan/meratakan/menutupi bagian-bagian yang berpori.
5. Diamplas.
6. Dicat
.
Bahan rangka penopang gypsum atau SHERA Board bisa memakai besi hollow galvalum, hollow galvanis, dan hollow hijau (hollow yang dicat sinkromit warna hijau). Bahan hollow ini lebih awet dan tidak dimakan rayap. Ini cocokuntuk daerah pantai. Berbeda halnya dengan rangka kayu. Selain harganya jauh lebih mahal, juga risiko dimakan rayapnya cukup tinggi.

Namun, ada juga hotel di daerah pantai yang memakai gypsum tapi rangkanya kayu. Dalam waktu tiga bulan rangka kayunya sudah habis dimakan rayap, walau sudah diberi antirayap. Bagian tengah kayu tidak kena, ketika hilang baunya, diserbu lagi sama rayap. Ini kelemahan rangka kayu di daerah rawan rayap.
Meski tiga rangka ini tahan rayap, kelemahannya adalah tidak bisa diinjak. Jika ingin naik ke plafon untuk memperbaiki genteng atau instalasi listrik, tak bisa langsung menginjak rangka ini. Sebaiknya, buat jalan khusus untuk naik dengan menaruh balok kayu yang bisa dipindah-pindahkan.
Pemasangan plafon gypsum atau kalsiboard, pada pertemuan dinding dan plafon, biasanya dipasang tali air/shadow line. Ini berfungsi untuk menutupi/menyamarkan pecah pinggir. Jika sudah memakai shadow line, tidak lagi memakai list profil. Shadow line biasanya dipakai pada penaikan dan penurunan plafon (drop ceiling). Ada juga beberapa orang yang memilih memakai list profil untuk mempertegas garis ruang dan menambah kesan elegan.